Squarespace memberimu template cantik dan halaman kosong. Clay memberimu situs yang sudah jadi dari listing Google-mu, baru setelah itu kamu ubah semuanya.
Squarespace itu produk bagus. Orang yang mencari gantinya hampir tidak pernah pergi karena desainnya — mereka pergi karena satu malam yang habis. Kamu pilih template, lalu duduk memandangi foto restoran orang lain, sementara jam bukamu masih di tab yang belum kamu buka.
Clay mulai dari ujung sebaliknya. Kamu ketik nama usahamu dan situsnya dibangun dari listing yang memang sudah kamu urus: fotomu, jam bukamu, ulasanmu, petamu, nomor teleponmu. Yang kamu lihat di menit pertama bukan template, tapi tempatmu sendiri, dan sisanya tinggal dirapikan.
Dua baris di bawah ini dimenangkan Squarespace. Itu alat yang lebih baik untuk desainer yang punya seminggu; ini alat yang lebih baik untuk pemilik yang punya satu malam.
Semua pembuat website cepat begitu isinya sudah masuk. Memasukkan isinya itulah pekerjaannya: memilih dari empat puluh foto, mengetik ulang jam buka, menyalin menu dari PDF, memasang peta, memindahkan ulasan.
Clay mengerjakan bagian itu sebelum kamu datang. Listing Google-mu sudah memuat hampir semuanya dan situsnya dibuat dari situ. Jadi hal pertama yang kamu sunting sudah berupa halaman sungguhan tentang usahamu sendiri.
Pindah alat tidak menyentuh nama yang sudah dikenal pelangganmu. Arahkan domainnya ke Clay kalau yang kamu lihat sudah cocok; situs lama tetap hidup sampai saat itu. Kalau kamu belum pernah punya domain, alamat clay.site yang gratis sudah cukup sejak menit pertama untuk kode QR di pintu dan link di bio.
Ketik namamu — Clay menarik foto, jam buka, ulasan, dan kontak langsung dari listing Google kamu.
Pilih tampilan dan Clay membangun situs lengkap dari kontenmu. Ubah apa saja dengan sekali ketuk — tanpa koding, tanpa ribet template.
Publikasikan ke name.clay.site milikmu dalam hitungan menit. Tambahkan domain sendiri dan sambungkan alat favoritmu kapan pun kamu siap.
Open one. It is the live site in a frame, not a screenshot — so what you see is what it looks like right now.
Tidak, dan memang tidak berusaha. Squarespace membolehkanmu memindahkan elemen apa pun ke mana pun, dan itulah kenapa ia alat yang tepat untuk desainer yang mengerjakan situs klien. Clay memberimu blok-blok yang sudah rapi berikut warna, huruf, dan fotonya — cukup untuk membuatnya jelas milikmu, tidak cukup untuk merusaknya jam dua pagi.
Hampir semuanya datang sendiri, karena hampir semuanya juga ada di listing Google-mu. Sisanya — halaman tentang kami yang kamu suka, daftar harga — tinggal disalin ke blok yang tepat. Tidak ada alat impor, dan untuk situs usaha biasanya memang tidak ada yang perlu diimpor.
Clay tidak punya blog. Kalau kamu rutin menulis, biarkan blognya di tempatnya dan pakai Clay untuk halaman yang orang buka saat mencari namamu — dua pekerjaan yang berbeda, dan yang kedua itulah yang mendatangkan pesanan.
Ada tokonya: produk, pilihan, keranjang, pembayaran. Dibuat untuk menjual dua puluh barang, bukan dua ribu. Kalau kamu benar-benar menjalankan toko online, jawaban jujurnya adalah Shopify.
Situsnya tayang, di nama.clay.site, dengan tulisan kecil «Dibuat dengan Clay» di bawah. Paket berbayar menghilangkannya dan menyambungkan domainmu. Tidak ada hitung mundur apa pun.
Bisa. Arahkan ke Clay begitu yang kamu lihat sudah cocok; situs lama tetap berdiri sampai saat itu, dan nama yang sudah dikenal pelangganmu tidak berubah: cara kerja domain.
Janji temu, meja, dan sewa, dengan uang muka lewat kartu dan tanpa komisi per booking — yang di Squarespace berupa tambahan: cara kerja booking.
Cari bisnismu dan lihat situsmu dalam hitungan detik — gratis, tanpa daftar.